Archive for May, 2007

Google Gears dan Kemungkinan Pengembangan Aplikasi Serupa

Comments off

Google Gears dan Kemungkinan Pengembangan Aplikasi Serupa

[Google Gears untuk membantu Google Reader](http://googlereader.blogspot.com/2007/05/oh-sam-i-am-can-i-read-it-on-tram.html) agar dapat digunakan dalam moda tak-terhubung dengan Internet tersedia kemarin. Google Reader adalah pembaca sindikasi berita dan selama ini -- seperti halnya aplikasi berbasis Web lain -- diangap memiliki "kelemahan" hanya dapat digunakan pada saat aplikasi terhubung ke server lewat koneksi Internet. Sebagai alternatif lain, pembaca sindikasi berita menggunakan aplikasi desktop yang menyimpan informasi di komputer lokal. Kekurangan alternatif kedua ini adalah konsistensi dengan sumber sindikasi. Jika pemakai tidak mengaktifkan aplikasi pada selang waktu tertentu, besar kemungkinan pada pembacaan berikutnya banyak entri sindikasi sebelumnya yang terlewat. Gears mengatasi persoalan tersebut: basisdata utama dan pengumpul sindikasi tetap berada di server Google, sedangkan di komputer klien disediakan modul yang melakukan sinkronisasi dan menyimpannya lokal. Pada rilis pengembangan saat ini, dua ribu entri terakhir yang disinkronisasi. Terpasang sebagai ekstensi perambah, untuk Firefox dipasangkan basisdata berbasis berkas, yaitu SQLite. Untuk keperluan akses di komputer lokal, SQLite dianggap "lebih pantas" menggantikan Berkley DB. Movable Type juga menyarankan SQLite, demikian juga konfigurasi alat bantu pengembangan sudah disimpan dengan SQLite. Seberapa cepat proses sinkronisasi Gears? Saya coba dengan koneksi 64 kbps pada jam kerja, sangat lama untuk 2000 entri. Barangkali memang lebih rendah dari angka 64 itu sendiri, namun saya bayangkan akan terlalu lama untuk koneksi lewat jalur telepon (dial up). Lebih dari sekadar produk jadi Gears, Google juga menyediakan panduan untuk pengembang lewat API yang terbuka. Di [Google Gears API Developer's Guide](http://code.google.com/apis/gears/index.html) tersedia penjelasan lengkap tentang Gears, hingga contoh aplikasi dan forum untuk pengembang. Dari pengalaman saya mendengar [hitung-hitungan "untung rugi" pengembangan aplikasi web atau desktop](http://direktif.web.id/arc/2006/11/perbandingan-aplikasi), sangat mungkin terobosan Gears ini dapat menjembatani kedua kubu ekstrem tersebut. Tentu ada risiko: pemakai komputer harus terus dididik dalam menghadapi permintaan instalasi modul aplikasi yang muncul di atas perambah. Dengan model Gears yang semakin menuntut kewenangan penggunaan sumber daya lokal kita, sama artinya dengan tambah membuka pintu keamanan komputer lokal kita.

Comments off

Katapult

Thumbnail for katapult-preview.pngKatapult adalah sebuah aplikasi KDE untuk menjalankan aplikasi lainnya. Jika dijalankan, program ini akan menampilkan tampilan seperti ketapel. Mulanya saya bingung, karena setiap di-klik, ketapel tersebut hilang tanpa melakukan apapun. Beberapa saat yang lalu saya iseng menekan alt + space bar, ternyata itu merupakan default shortcut untuk katapult. Karena saya tidak memegang mouse, maka saya mengetikkan beberapa huruf. Tampillah nama dan icon dari aplikasi yang sesuai dengan huruf yang saya masukkan. Ternyata memang cara menjalankan katapult adalah dengan mengetikkan sebagian huruf dari nama aplikasi yang ingin kita jalankan. :p

Senang punya mainan baru, sayapun menggunakannya terus-menerus. Hingga akhirnya saat saya salah ketik, yang muncul adalah sebuah mp3 :o Ternyata bisa juga untuk menjalankan sebuah mp3 tertentu dengan mengetikkan judul atau artis dari koleksi amarok kita.

Kenapa tidak dari dulu lihat dokumentasinya ya? 8-| Ini adalah salah satu contoh tahu karena iseng :d Saya baru tahu penggunaan katapult di kubuntu fiesty, jadi saya tidak tahu apakah bekerja di kubuntu sebelumnya.

Comments off

I love U Mom

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA (more…)

Comments off

Masih Adakah Harapan untuk BlogPedia?

Comments off

Masih Adakah Harapan untuk BlogPedia?

Betul, nasib [BlogPedia](http://blogpedia.web.id) merana, sebatang kara dilanda bah spam... Apa itu Blog? yang legendaris terhempas detox, weight gain, hingga nymphomax.

Saya coba menghalau pada tanggal 27 dan 28 lalu, namun gerojogan spam datang lagi hingga kemarin sore. Tanpa modul anti-spam atau [tim penangkal spam](http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Counter-Vandalism_Unit "Wikipedia:Counter-Vandalism Unit") yang memadai, tak akan sanggup BlogPedia menjadi suar di antara amuk badai spam.

Seperti melanjutkan [kisah pilu November tahun lalu](http://direktif.web.id/arc/2006/11/spam-di-blogpedia "Spam di BlogPedia"). Catatan: lacak balik blog ini dimatikan kira-kira sepekan lalu; pagi ini saya coba aktifkan lagi, gelombang spam masuk hingga dua puluh pesan.

Comments off

Berbagi Lagu

Comments off

Berbagi Lagu

Karena saya bukan pemusik, saya ingin bertanya di sini: kira-kira apa yang memungkinkan kalian, para pemusik, terdorong untuk menyediakan hasil karya kalian dengan lisensi terbuka -- katakanlah Creative Commons? Hal ini supaya saya tidak terlihat "kurang ajar" mengajak-ajak kalian yang sudah berusaha keras mencari inspirasi sebuah lagu, memainkannya termasuk rekaman, dan kemudian menyediakan "begitu saja" untuk pendengar. Tentu saja, pengertian *begitu saja* di atas bukan letterlijk. Kami para penulis blog juga menyediakan begitu saja tulisan ini, boleh digunakan untuk berbagi, dan sebagian malah membiarkan seandainya pun kemudian dijual oleh orang lain mengikuti lisensi yang ada. Mohon maklum: ini bukan ihwal saya membuat pembatas antara "kami" dan "kalian", melainkan teladan yang dapat dipertimbangkan. Saya juga cukup yakin jika ditanyakan manfaat menyediakan blog kepada para penulis blog yang berbagi hasil kerja, mereka punya puluhan alasan. Nah -- sekali lagi -- apakah hal seperti itu juga berlaku di kalangan para pemusik? Amatir sangat boleh, karena di ranah diskusi berbagi seperti ini para amatir biasanya lebih menggebu-gebu. Salah satu hal penyebab pemikiran saya di atas adalah [pertanyaan di grup Indonesia di Flickr](http://flickr.com/groups/ina/discuss/72157600215361011/): adakah berkas MP3 untuk Dangdut, Jaipong, dan Gamelan yang disediakan dengan lisensi Creative Commons? Ringkasnya: sudah ada keperluan akan kondisi berbagi di atas.

Comments off

Project Merajut Bareng

Cable shawl Spring syal mbak Lenny Akhirnya…, kurang lebih itu kata mbak Lenny via email beberapa hari lalu. Yup saya dan bundanya Azka ini beberapa waktu yang lalu janjian bikin project merajut bareng… istilahnya knitting along kalau gak salah. Kita kenalan di milis mari_merajut…, email-emailan terutama pas banjir besar kemarin karena keluarga mbak Lenny tinggal di daerah yang kena banjir. Nyaris mau kopdar waktu mudik tapi sayangnya gagal, trus saya juga dikirimin paket dari Jepang. Mbak Lenny juga selalu support saya via email waktu mas Riyo habis kecelakaan. Makasih ya Bunda Azka :)

(more…)

Comments off

Belajar Podcasting Online

Sebelumnya maaf buat yang sudah meninggalkan komen dan email di blog ini. Belakangan memang terbengkalai karena kesibukan pelatihan podcast dan juga mempersiapkan materi untuk belajar podcast.

Terimakasih kepada yang sudah pernah mendaftarkan diri untuk ikut bersama belajar podcasting secara online. Saat ini anda seharusnya sudah menerima email pemberitahuan dari email saya (jafmail @gmail.com) dengan subyek: Belajar Podcasting Online.

Anda yang tidak menerima email tersebut, mohon kabari saya via email atau via kotak komentar di bawah. Oya, ada beberapa email yang juga mental balik karena mailbox penuh atau email tidak dikenal. Jadi silahkan cek mailbox masing-masing ya. Sementara yang masih mau mendaftarkan diri, silahkan. Gratis dan tidak ada embel-embel apapun.

Kita akan mulai pada akhir minggu ke dua Juni 2007 dengan menggunakan mailing list. Jadi dalam beberapa hari ke depan anda akan menerima email lagi berupa keanggotaan di milis dan beberapa penjelasan lanjutan.

Kenapa milis? Tadinya terpikir untuk menggunakan forum, namun saya pikir milis akan lebih praktis karena tidak perlu akses-akses website. Milis itu akan digunakan mengirimkan materi dalam bentuk pdf yang akan dilakukan setiap minggu dan juga diskusi serta tukar menukar informasi soal podcasting. Namun demikian beberapa file mp3 yang akan saya gunakan sebagai contoh dalam beberapa bab materi pelatihan akan saya sertakan linknya saja untuk bisa didownload.

Begitu dulu. Sekali lagi terimakasih karena sudah mendaftarkan diri. Bagi yang masih berminat silahkan daftarkan diri dari sekarang karena akan segera ditutup begitu pelatihan dimulai.

Selamat berakhir pekan, kawan-kawan.. God Bless You All.. :)

Salam,
JaF / Rane

NB: Ada beberapa yang menanyakan soal biaya atau menanyakan ada apa dibalik pelatihan ini. Jawaban saya simpel saja: tidak ada biaya apa-apa dan tidak ada niat apapun selain berbagai pengalaman saja. :)

Comments off

Mirror Sebelah

Berhubung ..

  • beberapa hari yang lalu ada yg mengusulkan untuk membuat mirror berantai
  • perlu mendokumentasikan mirror2 F/OSS yang ada di Indonesia
  • setelah tanya2 sebentar ke rekan google kayanya belom ada dokumentasinya

Maka ..

saya membuat sebuah wiki di alamat http://mirror.sebelah.web.id/wiki/Main_Page

Maunya ..

  • berisi daftar mirror F/OSS di Indonesia beserta informasi mirror tersebut
  • jadi tempat nyari2 “di manakah mirror yang letaknya sebelah (baca: terdekat) tempat saya?”
  • siapa aja yang tau informasi ttg mirror atau pengelola mirror bisa berpartisipasi mengisi wiki tersebut.

Jadi ..

selamat menikmati. mudah2an terpelihara terus.

Dan juga..

terima kasih untuk Andy Apdhani menyediakan tumpangan di server ubuntu-id.org yang merupakan donasi dari idVps dan IndikaNet

read more

Comments off

Catatan dari “Bincang Speedy”

Comments off

Catatan dari “Bincang Speedy”

Setelah menikmati jamuan di [Saung Angklung Udjo](http://www.angklung-udjo.co.id), Padasuka, Bandung, mengobrol dengan beberapa hadirin, dan pulang bersama perwakilan dua generasi klub Linux Bandung, [Yulian F Hendriyana](http://flickr.com/photos/ikhlasulamal/513004891/) dan [Andi Sugandi](http://sugandi.blogspot.com), saya mendulukan menulis tentang acara Bincang Speedy dalam bentuk [blog foto di Flickr](http://flickr.com/photos/ikhlasulamal/513004879/).

"Bincang Speedy" – First Evening Speedy Event in Bandung

Ringkasan bagian penting yang saya dengar di acara Bincang Speedy: 1. PT Telkom akan terus meningkatkan kinerja Speedy sehingga benar-benar "speedy" dan bukan "sepeda." Acara ini juga merupakan kegiatan pertama Telkom mendengar langsung pertanyaan dan umpan balik dari masyarakat. 1. Penetrasi Speedy tahun ini sebesar 200.000 sambungan baru dan Jawa Barat kebagian jatah 78.000 unit. 1. Komunitas pemakai sudah mulai diakomodasi antara lain lewat forum pemakai yang dipandu (atau menggunakan "merk") Onno W. Purbo. Telkom juga sedang mempersiapkan repositori untuk salinan (mirror) GNU/Linux distribusi Ubuntu dan menyediakan fasilitas blog untuk pemakai Speedy. 1. Kemungkinan penyediaan materi di atas infrastruktur yang disediakan Telkom, sehingga lebih mengakomodasi gagasan tentang materi lokal dan disediakan di dalam negeri sendiri. Perwakilan Telkom menyebut sampai ke arah [IPTV](http://en.wikipedia.org/wiki/IPTV). Berikut komentar saya: Pertama: Karena Speedy masih pada status "Balita", mimpi apa saja boleh dan akan sangat bagus untuk menumbuhkan optimisme di masa mendatang, namun yang sangat perlu ditekankan menjadi misi saat ini adalah menyediakan infrastruktur berskala nasional dan andal. Saya sering membuat kiasan ketersediaan koneksi berpita lebar sekarang ini seperti halnya [layanan air ledeng untuk publik](http://direktif.web.id/arc/2004/08/sepuluh-juta). Setelah puluhan tahun perusahaan air ledeng kita menggunakan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), nyatanya hingga tingkat "air lancar" saja belum terealisasi. Jadi daripada PT Telkom terburu-buru masuk ke kanal televisi lewat IP dan kemudian [buang-buang ongkos koneksi untuk pengulangan kondisi pengelolaan pertelevisian kita yang belum kreatif juga](http://direktif.web.id/arc/2007/01/iptv-dan-pemerataan), lebih baik dana penelitian dan pengembangan mereka diarahkan tetap lebih fokus pada infrastruktur, yaitu koneksi berpita lebar itu sendiri. [Craig W. Smith](http://direktif.web.id/arc/2007/05/pasar-merekah-dan-kesenjangan-digital) sempat berujar, dengan gaya sangat Amerika, Broadband is human rights. Infrastruktur di pinggiran kota Bandung belum semua siap dialiri koneksi berpita lebar, apalagi belasan kabupaten di Jawa Barat, atau lebih-lebih di negara kita yang sangat luas ini. Saya pribadi lebih suka mendengar petugas Telkom mendapat julukan "tukang kawat" -- seperti yang sempat dilontarkan oleh salah satu petinggi Telkom di Landmark Braga, Bandung, bulan Maret lalu -- karena hal tersebut menunjukkan komitmen yang kuat pada infrastruktur. Menangani "pengguna kawat" se-Indonesia, "tidak akan ada matinya..." Kedua: Komunitas pemakai layanan harus terus dirangkul. Bukti bahwa mereka akan menjadi media getok tular promosi sudah cukup banyak. Termasuk saya sendiri yang karena memilih Speedy untuk keperluan di rumah, seolah-olah menjadi "duta Speedy" di kantor. Padahal informasi yang saya berikan hanyalah spek teknis, ongkos, dan pengalaman sehari-hari, terkadang disertai catatan kecil bahwa saya memang kenal baik dengan "[bos Speedy](http://kun.co.ro)" setelah bertemu di acara blog. Betul, penafian (disclaimer) kecil-kecilan... Sebagai ilustrasi, stasiun televisi Indosiar bisa [mengajak sekitar empat ribuan komunitasnya bercengkerama di situs Web mereka](http://direktif.web.id/arc/2006/01/komunitas-blog-indosiarcom), menyelenggarakan acara kumpul-kumpul hingga kegiatan sosial, lewat ikatan awal penggemar acara-acara Indosiar. Speedy akan dapat melakukan lebih dari itu, apalagi sekarang sudah dipawangi oleh Onno W. Purbo yang sudah masyhur di kalangan akar rumput pengguna TI di Indonesia. Entah karena pada sore acara Bincang Speedy tersebut salah seorang di Bandung Timur mengeluh jaringan di daerah mereka belum siap untuk Speedy dan penanggung jawab Telkom untuk daerah sana langsung memerintahkan besok sore harus sudah siap, salah seorang teman kantor saya yang tinggal di daerah Metro, dekat Jalan Soekarno-Hatta, keesokan harinya memberi tahu di kantor bahwa STO untuk nomor telepon di rumahnya sudah siap untuk layanan Speedy. Jadi ada kemungkinan berhasil menagih janji (dan sekaligus gengsi) Telkom dengan "menantang mereka" pada acara temu bicara dengan masyarakat.

Comments off

Tuma

Server Tuma adalah server yg dikhususkan untuk menampung file ISO distro2 Linux. Server ini adalah pendamping dari Kambing yang menyediakan mirror repositories. Belakangan ini aktivitas kedua server ini selalu tinggi karena semakin banyak yang mendownload ISO maupun menggunakan repositories yang tersedia. Dalam tulisan ini, saya lagi pengen ngomongin ttg si Tuma ini.

Mengapa koneksi HTTP ke tuma.vlsm.org suka susah dibuat? Karena jatah koneksi HTTP yang dapat dibuka sudah mencapai batas maksimumnya yg saat ini hanya dibuka untuk 100 koneksi sekaligus.

read more

Comments off

Berimajinasi, bermain dan belajar

Sasha, anak saya yang pertama, punya sebuah “buku impian” yang ditulis diam2 di kamarnya. Kemarin, saya memperoleh privilege untuk membaca buku impian nya. Dan saya cukup kaget dengan apa yang ditulis anak saya. Isinya dahsyat. Mulai dari nama SMP favorit (dengan tulisan besar2 dibawahnya: Diterima!), nilai yang ingin dicapai lulus SD nanti, dengan siapa dia ingin menikah (ya, padahal dia baru 11 tahun), keinginan punya pesawat terbang sendiri, rumah di Hollywood dan Itali, bahkan dicantumkan juga punya uang sebesar $ 96 trilyun. Ya, dia menulis dalam dollar dan nol dua belas. Bapak nya saja tidak berani bermimpi se-dahsyat itu. Hampir saja saya nyletuk: “Emang kamu siapa? Paris Hilton?”

Saya jadi teringat cerita ikon internet marketing Indonesia, Anne Ahira, sewaktu mengikuti seminar internet marketingnya beberapa waktu lalu. Ahira kecil juga adalah pengkhayal yang hebat. Saking ingin nya keliling dunia, ia pernah menempelkan foto diri nya di kalender yang berisi gambar2 kota dunia. Jadi waktu kecil Ahira sudah punya “foto” dirinya didepan obyek wisata dunia, seperti misalnya di depan Golden Gate, Menara Eiffel, dsb. Gambar-gambar tadi di fotocopy dan ditempel di dinding. Ahira kecil ngotot, sekalipun Ibu nya mencoba meyakinkan bahwa keliling dunia hanyalah mimpi bagi anak seorang buruh pabrik dan penjual gado-gado. (more…)

Comments off

Tips Membangun Komunitas Online

Siapa saja yang membuat dan mengelola weblog atau blog, tentu menginginkan posting-posting yang ia buat dibaca dan direspon oleh para pengunjungnya. Para pembaca setia inilah yang disebut dengan komunitas online.

Jelas, komunitas sangat penting bagi sebuah blog — stau situs web — untuk tumbuh dan berkembang. Masukan dan respon dari komunitas tersebut sangat menentukan berhasil atau tidaknya blog menjalankan misinya.

Matthew Haughey menulis resep cespleng soal kiat membangun komunitas online (yang kemudian disarikan*) di ProBlogger.net. Berikut saya sadur beberapa poin yang paling penting:

  • Kelola emosi dengan baik: Jangan terlalu reaktif terhadap komentar-komentar yang nadanya kurang enak. Ingat, kita tidak mungkin mengatur apa yang harus diomongkan atau dikomentari oleh para pembaca blog. Jika direspon dengan baik, biasanya si pelontar komentar akan jadi respek.
  • Bicaralah seperti manusia, bukan robot: Menulislah seperti apa adanya. Tanggapilah komentar sebagaimana lazimnya Anda menanggapi komentar orang secara lisan. Kalau Anda tidak tahu jawabannya, tawarkan ke pembaca lain untuk menjelaskannya. Semain spontan dan apa adanya, para pembaca (alias komunitas Anda) akan semakin mengenali karakter asli Anda.
  • Beri pembaca tempat: Berilah tempat yang leluas bagi para pembaca untuk meninggalkan pesannya. Ini menyangkut bagaimana templat/desain ruang komentar yang digunakan pada sebuah blog.
  • Rangkullah pembaca: Apa pun yang akan Anda ubah atau tambahkan di blog, sebaiknya ajak pembaca untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan. Coba dengarkan suara mereka.

Baca Juga:

*) Kalimat ini adalah tambahan/koreksian dari versi awal posting ini. Terimakasih untuk Ben atas infonya.

Comments off

Kalau Hosting Rp 100 Pertahun mau?

Anda mencari hosting murah? Gimana kalau saya menawarkan IDR.100 / MB / Tahun ? Apakah itu murah buat anda ? Atau Rp. 1 Jika itu anda rasa lebih murah? Atau mau dapat diskon di dreamhost $50 pakai promocode POTONG50 dan click https://dreamhost.com/signup/?plan=1&yearly=2 Jadi anda hanya membayar Rp. 408. 600 / Tahun ( 1 Dolar = Rp. 9000) [...]

Comments off

Sang Alkemi

Diadaptasi dari: Hazrat Inayat Khan

Pernahkah anda mendengar istilah Alkemi? Alkemi dikenal sebagai sebuah ilmu yang mampu mengubah besi menjadi emas. Dalam banyak kisah, beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah sihir belaka, tetapi yang lain percaya bahwa ilmu itu benar-benar ada. Dan, siapa yang tak tergiur untuk bisa menguasai ilmu alkemi? Hanya dengan kemampuan alkemi, ia bisa mengubah besi menjadi emas dan tentu menjadi kaya-raya. (more…)

Comments off