Archive for June, 2007
June 30, 2007 @ 11:55 pm
· Filed under Cerita Motivasi
Berfokus Pada Kelebihan Diri
Sumber: Tak Diketahui
“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.
Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.
Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.
Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.” (more…)
Permalink
June 30, 2007 @ 12:27 am
· Filed under Ubuntu, Ubuntu, opensource, opensource
Tadi malam saya mampir ke kopdar kesekian (sudah keberapa ya?? he he) komunitas Ubuntu Indonesia. Bukan Jakarta saja, karena ada kawan dari Cirebon yang juga hadir.
Saya tiba agak terlambat karena sedang diare, setibanya disana pun badan masih agak lemas (sori kalau kadang saya kelihatan agak cemberut, nahan mules euy
).
Kawan-kawan sudah mulai membahas agenda pembentukan Yayasan Ubuntu Indonesia. Ide ini sangat bagus, karena akan jadi memungkinkan komunitas Ubuntu Indonesia untuk bekerjasama dengan banyak pihak. Saya pribadi mendukung sekali ide tersebut.
Kemudian pemilihan pengurus dan anggota Yayasan. Saya minta tidak diikutkan, karena memang ada bias pribadi / komersial (sebagai tim Rimbalinux.com).
Ternyata, yang hadir di acara tersebut wajib terdaftar sebagai anggota Yayasan.
Wah, baru tahu ada syarat begitu
ya sudah, saya bilang terserah saja. Akhirnya saya ditunjuk menjadi anggota tim Seksi Support. Mudah-mudahan ada kontribusi saya yang bisa bermanfaat di yayasan ini.
Acara ditutup dengan final checking sebentar untuk persiapan seminar besok di FKI @ JCC, lalu saya pamit karena hari sudah larut. Moga-moga fotonya sudah siap dalam waktu tidak lama lagi **lirik imtheface**
Maju terus Ubuntu Indonesia!
update: terlampir catatan hasil meeting dari boss belutz :
(more…)
Tags:
opensource,
Ubuntuopensource,
Ubuntu
Permalink
June 29, 2007 @ 8:37 pm
· Filed under Ringkasan Bulanan
Nggak terasa udah tiba saatnya menulis ikhtisar bulanan. Mungkin awal dari apa-apa yang terjadi pada blog saya selama bulan Juni ini adalah dimulainya kebiasaan menulis ringkasan dari blog saya dalam sebulan. Saya kira ini bagus untuk mereview kembali dengan cepat apa yang saya tulis di blog saya pada bulan tersebut, asalkan kita mau meluangkan sedikit waktu untuk manfaat yang insya Allah akan dirasakan pada masa yang akan datang. Muncul ide untuk memformat bagaimana ringkasan ini disajikan (yaitu berdasarkan kronologi dan pengelompokan) yang akan saya realisasikan pada tulisan kali ini.
(more…)
Permalink
June 28, 2007 @ 8:45 am
· Filed under GapTek

Saya sudah lama ingin punya hosting podcast yang bisa diandalkan. Maunya sih sebuah hosting berbasis wordpress yang bisa sekalian menyimpan file mp3 podcast saya. Hasilnya mewujud dalam situs www.ngobrol.org yang ujung-ujungnya mengecewakan karena ternyata lambat sekali. Bahkan dengan koneksi broadband di rumah dan kantor tidak bisa dibuka.
Tapi kekecewaan itu –mudah-mudahan– terobati dengan podbean.com yang –ini dia– berbasis wordpress dan mudah digunakan. Memang versi gratisnya hanya 100 MB pertama. Tapi kalau bagus, saya nggak keberatan bayar. Sejauh ini saya baru launching satu podcast pendek buat guyonan aja. Upload dan downloadnya lumayan cepat bahkan jauh lebih cepat dari odeo.com. Silahken kunjungi di suarane.podbean.com. Makasih buat Mas Dut atas info soal podbeannya. Moga-moga yang ini cocok
Permalink
June 26, 2007 @ 4:07 pm
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 26, 2007 @ 4:07 pm
· Filed under Alternatif, Anotasi, Pengalaman
Jika ada acara yang berisi kata kunci "Open Source", apalagi di
Bandung, bersiap-siaplah bertemu [Ferry
Haris](http://www.feha.web.id/about/). Sampai-sampai jadwal saya
datang di depan Hotel Naripan kemarin sangat tepat pada saat Ferry
yang sedang turun dari tangga resepsionis.
Seperti pada saat [peluncuran Ubuntu Feisty Fawn April
lalu](http://direktif.web.id/arc/2007/04/klub "Semarak TI di Bandung (2): KLuB"), saya akhirnya
mengobrol ke sana ke mari perihal perkembangan gerakan
pemasyarakatan perangkat lunak bebas di Indonesia. Sampai akhirnya
tercetus juga perkembangan pemakaian Internet di negeri kita perihal
yang lebih dulu: infrastruktur koneksi yang dapat dijangkau
masyarakat dan materi lokal yang ada di dalamnya. Ada pertanyaan di
lapangan, terutama di daerah: setelah Internet tersedia, terus apa
yang dapat kami lakukan?
Telur dan ayam lagi -- infrastruktur atau materi lokal yang
didulukan.
Usul saya: baik bakul telur atau bandar ayam keduanya harus berlomba
menyediakan, bukan bersaing menunggu.
Memang hal ini terlihat seperti tidak memilih dan hanya mau enaknya. Yang menjadi penekanan saya adalah: kita bisa mengarahkan
perhitungan untung dan rugi dengan melihat pada perspektif yang
lain. Bukan semata-mata jika saya hari ini pasang kabel maka
laba datang besok; demikian juga, jika saya memaksakan diri
menyediakan materi lokal hari ini, semua sudah tersedia di lapangan.
Perlu kita lihat bahwa pihak lain memerlukan layanan yang saya
berikan dan inilah yang dapat saya bantu untuk maju bersama.
Kita bahas lebih praktis lagi.
Pertanyaan "apa yang dapat dilakukan setelah ada Internet" tidak
harus pada waktu singkat diisi dengan materi lokal. Memang ideal
jika kita bayangkan pemakai Internet bertambah dan lalu lintas
pemakaian antarkita di dalam negeri melonjak. Akan tetapi pada
periode awal, para pemakai Internet baru dapat dikenalkan pada
situs-situs web yang berfaedah, yang menambah nilai pemakaian
mereka. Sebuah pengenalan Internet yang dikemas dalam bentuk
konsep-konsep kehidupan di ranah maya sekarang ini. Dengan demikian
kita tidak melihat sebagai fragmen "ini Google", "itu Yahoo!" dan
sejenisnya melainkan berupa penjelasan tentang mesin pencari, cara
pemakaiannya, dan manfaat yang dapat dipetik di sana.
Saya setuju bahwa pengenalan Internet memang diperlukan sebagai
salah satu bagian dari pemasyarakatan Internet. Cara yang ditempuh
bervariasi dan jika dilihat pada perkembangan saat ini saya optimis
pemakaian Internet sudah jauh lebih mudah dipelajari.
Atau, jangan-jangan pertanyaan di atas hanya dalih pengganti, "Buat
apa mengeluarkan ongkos bulanan tambahan untuk koneksi Internet?"
Tentu saja, ini sudah berupa tinjauan yang berbeda dan ditanggapi
dengan cara yang lain pula.
Tentang materi lokal akan saya tulis berikutnya.
Permalink
June 26, 2007 @ 2:22 pm
· Filed under Database, Java
Hibernate sejak keluarnya jdk 1.5 memungkinkan untuk menggunakan annotation untuk mendefinisikan mapping. Tidak perduli bagaimana orang bilang menggunakan annotasi itu mudah, aku lebih suka menggunakan cara classic yaitu hbm.xml.
Dalam membuat sebuah aplikasi database yang kulakukan:
- Buat dahulu rancangan class diagram yang ada, sejujurnya designku paling sering bermula dari class diagram. Langkah-langkah design sebelumnya hanya diangan-angan.
- Buat setiap class atau generate dari class diagram, jika memungkinkan
- Aktifkan hbm2ddl.auto agar hibernate secara otomatis men-generate tabel dan kolom-kolom beserta semua constraintnya
- Buat hibernate mapping
- Create session factory agar hbm2ddl dijalankan.
- Periksa tabel dan constraint hasil generate. Telitilah sampai default value, not-null, index, unique, dan lain-lain.
- Jika ada yang salah perbaiki mapping, kemudian kembali ke langkah 5.
- Matikan hbm2ddl.auto.
Permalink
June 26, 2007 @ 1:01 am
· Filed under GapTek
Ini dia nih layanan voicemail buat blog atau website yang sempat disinggung oleh salah seorang pembicara di Radio Asia Conference 2007 belum lama ini. Layanan yang sederhana sebenarnya, yakni yang memungkinkan kita meninggalkan pesan suara melalui blog. Tapi bayangkan kalau situs atau blog radio anda dipasangi fitur ini. Anda bisa mengajak pendengar untuk berpartisipasi mengirim cerita atau laporan atau apa saja untuk acara radio anda tanpa harus repot-repot menerima telepon. Canggih, bukan? Sayang dia perlu koneksi broadband yang mulus dilengkapi dengan Macromedia Flash. Ada yang mau coba? Klik icon di kanan atas untuk meninggalkan pesan audio pada saya. Kalau sampai, nanti saya balas.. 
Permalink
June 25, 2007 @ 6:10 pm
· Filed under Instalasi, Linux, SuSE
Beberapa waktu lalu saat GAIM berubah nama menjadi Pidgin, dan karena lama menyandang status beta untuk gaim-2.0, saya ingin sekalian update gaim (dengan menginstall pidgin). Namun saya tidak menemukan paketnya saat saya cari di Packman. Di rpmfind.net ada tapi tidak bisa didownload dan paketnya pun tidak banyak. Alhamdulillah kemarin saya menemukan suatu repository untuk OpenSuSE yang sangat bagus yaitu di software.opensuse.org. Lalu didorong dengan penjelasan Achedy dalam menginstal pidgin dengan kompilasi dan googling pun belum mendapatkan hasil yang diinginkan, akhirnya saya ingin berbagi sedikit tentang instalasi pidgin di OpenSuSE..
Update: Bagi anda yang ingin cara singkatnya namun instalasinya standar, silahkan baca tulisan Masim “Vavai” Sugianto
(more…)
Permalink
June 24, 2007 @ 10:32 pm
· Filed under Java
Apabila kita ingin mengirimkan sebuah Object ke komputer lain, tentunya kita membutuhkan jalur komunikasi antar aplikasi. Salah satu penerapannya menggunakan Socket. Disini saya tidak akan menjelaskan tentang pemanggilan method di komputer lain, tapi hanya tentang kirim-mengirim data antar 2 aplikasi yang berada di komputer berbeda. Dengan menggunakan java tentunya.
Dalam menggunakan socket harus ada yang berperan sebagai server dan ada yang berperan sebagai client. Tugas sever dalam hal ini adalah membuka sebuah port dan menunggu request dari client. Sedangkan client harus mengetahui alamat server dan port yang dibuka oleh server lalu mengirimkan request. Maka akan terjadilah jalur komunikasi antara server dan client.
Server dapat membuka port dan menunggu dengan program sederhana seperti ini:
import java.net.*;
public class Server {
public static void main(String[] args) throws Exception {
ServerSocket server = new ServerSocket(9999);
Socket socket = server.accept();
}
}
apabila server diatas punya alamat di 192.168.1.1 maka di sisi client kita bisa membuat:
import java.net.*;
public class Client {
public static void main(String[] args) throws Exception {
Socket socket = new Socket("192.168.1.1", 9999);
}
}
Sekarang kita ingin agar bisa saling menulis dalam bentuk Object, maka pada sisi Server maupun Client harus kita tambahkan:
ObjectInputStream in = new ObjectInputStream(socket.getInputStream());
ObjectOutputStream out = new ObjectOutputStream(socket.getOutputStream());
out.close();
in.close();
Misalnya kita ingin saling berkiriman dalam bentuk String, maka pada sisi server lengkapnya:
import java.io.*;
import java.net.*;
public class Server {
public static void main(String[] args) throws Exception {
ServerSocket server = new ServerSocket(9999);
Socket socket = server.accept();
ObjectOutputStream out = new ObjectOutputStream(socket.getOutputStream());
ObjectInputStream in = new ObjectInputStream(socket.getInputStream());
Object obj = in.readObject();
String str = "";
if (obj instanceof String) {
str = (String) obj;
System.out.println(str);
}
out.writeObject(str + " juga");
out.close();
in.close();
}
}
pada client:
import java.io.*;
import java.net.*;
public class Client {
public static void main(String[] args) throws Exception {
Socket socket = new Socket("192.168.1.1", 9999);
ObjectOutputStream out = new ObjectOutputStream(socket.getOutputStream());
ObjectInputStream in = new ObjectInputStream(socket.getInputStream());
out.writeObject(new String("Hallo"));
Object obj = in.readObject();
if (obj instanceof String) {
String str = (String) obj;
System.out.println(str);
}
out.close();
in.close();
}
}
Cobalah dan perhatikan output di sisi server maupun client. Bagaimana dengan Object selain String, misalnya Karyawan? Semua Object dapat dibaca dengan metode diatas dengan syarat Object tersebut harus Serializable. Jadi Karyawan harus implements java.io.Serializable agar bisa dikirim melalui socket.
Jika kita perhatikan pada program diatas, program server akan berhenti menunggu apabila ada client yang terkoneksi. Dengan berhentinya dia menunggu, maka akan sampai pada akhir program dan keluar. Untuk membuatnya menunggu lagi setelah melayani sebuah client, tentu saja kita membutuhkan perulangan. Dengan perulangan, kita bisa membuat server kembali ke perintah server.accept. Dalam contoh diatas server juga tidak bisa menerima multiple request. Untuk bisa membuatnya multiple request kita harus melakukan threading terhadap penanganan request, sehingga server akan selalu siap untuk accept.
Permalink
June 23, 2007 @ 3:15 am
· Filed under Diary, Serba-serbi, Teknoblogia
Akhirnya, setelah beberapa hari masa peralihan hari Kamis kemarin 21 Juni 2007 saya dan Yayang resmi tukeran notebook. Si Mungil DS13D yang sudah 2 tahun lebih setia menemani saya dibarter dengan Si Penyelamat, notebook yayang waktu kecelakaan.
Sedih juga melepas si Mungil yang selama ini jadi andalan saya. Dipakai untuk kuliah S2 dan bikin tesis, waktu itu satu-satunya notebook dikelas MIS yang sudah pakai WIFI dan bikin gondok teman-teman sekelas waktu ada yang nge-buzz saya waktu kuliah. Hihihi, yang lain kalau mau online harus pakai kabel di lab komputer
.
(more…)
Permalink
June 22, 2007 @ 4:22 pm
· Filed under Database
Beberapa waktu yang lalu aku mendapat permintaan dari kakak ipar untuk mengajarinya menulis syntax SQL. Aku berfikir, “jaman gini?”
. Masalahnya menurutku sekarang banyak model klik daripada ketik, sekalipun kemampuan semua GUI sangat terbatas. Tapi ternyata memang banyak orang non-TI yang ingin belajar SQL. Supaya lain kali saya tidak perlu menjelaskan lagi maka sebaiknya saya tulis saja, mengingat saya sekarang lebih sering bertemu orang non-TI.
Database pada dasarnya terdiri dari tabel-tabel yang berisi data. Tabel tersebut umumnya mempunyai beberapa kolom, misalnya kolom nik dan kolom nama pada tabel yang isinya data karyawan. Coba lihat ilustrasi tabel Karyawan berikut ini:
| nik |
nama |
alamat |
| 0001 |
Abud |
Jakarta Timur |
| 0002 |
Arief Budiman |
Jakarta Timur |
| 0003 |
Ishida |
Karakura Town |
Dalam tabel Karyawan diatas: nik, nama dan alamat merupakan kolom. Dalam tabel tersebut berisi 3 record data. Record pertama untuk data karyawan bernama Abud, record kedua untuk data karyawan bernama Arief Budiman, dan seterusnya.
Untuk mendapatkan data dari sebuah tabel kita menggunakan perintah select. Syntax dasar yang paling sederhana dari select adalah:
SELECT [nama kolom] FROM [nama tabel]
Jika kita merujuk pada tabel karyawan diatas maka contoh syntax select adalah SELECT nama FROM Karyawan untuk mengambil nama saja. Kita juga bisa mengambil lebih dari satu kolom, misalnya SELECT nama, alamat FROM Karyawan. Jika kita ingin semua kolom, kita juga bisa mengganti nama-nama kolom tersebut dengan tanda bintang, contoh: SELECT * FROM Karyawan.
Umumnya semua database menyertakan contoh, misalnya northwind. Untuk sementara kubiarkan saja kakak bereksperimen sendiri dengan select-selectnya di northwind, kalo sudah jadi “pakar select” baru kita lanjutkan ke klausa where 
Mbak, masak dulu, laper nih…
Permalink
June 22, 2007 @ 3:22 pm
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 22, 2007 @ 3:22 pm
· Filed under Anotasi
Acara mendadak yang saya ikuti sepekan ini adalah persiapan
[
semiloka tentang
ekosistem bisnis di
Indonesia](http://bhtv.blogspot.com/2007/06/semiloka-ekosistem-bisnis-industri-tik.html).
Yang akan saya tulis di bawah ini adalah beberapa gambaran awal
perihal "ekosistem bisnis."
[Istilah ini sudah diangkat pada pertemuan
BHTV](http://www.mail-archive.com/bhtv@paume.itb.ac.id/msg00389.html).
Karena pengusulnya sedang antusias dengan Open Source, ekosistem
tadi dicoba dikaitkan dengan model bisnis untuk Open Source di
lapangan.
Pengantar konesp ekosistem bisnis dijelaskan dengan baik di
Wikipedia, [
Business ecosystem](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_ecosystem),
Sebuah komunitas ekonomi yang didukung oleh sebuah fondasi
organisasi-organisasi dan individual-individual yang berinteraksi --
yaitu organisme dari dunia bisnis. Komunitas ekonomi tadi
menghasilkan barang dan layanan yang bernilai kepada pelanggan, yang
mereka sendiri adalah anggota-anggota dari ekosistem.
Kelihatannya kata kunci penting di sini adalah adanya ikatan
penyediaan-kebutuhan (
supply-demand) dan adanya rantai ekosistem.
Adi Indrayanto, dosen Elektro
ITB, menjelaskan kepada saya bahwa perusahaan besar
dapat mengajak perusahaan lebih kecil dalam satu rantai ekosistem
tersebut untuk berkembang bersama, a.l. karena yang diperlukan
perusahaan besar disediakan oleh "organisme" lain di sekitarnya.
Tinjuan lain yang pernah saya dengar: dengan
menyusun sebuah ekosistem yang lebih luas -- misalnya berinteraksi
dengan publik -- dapat ditumbuhkan semacam "subsidi silang" atau
perolehan tidak langsung. Misalnya pengembang perangkat lunak bebas
yang tidak mendapat keuntungan profit langsung dari pekerjaannya,
tetap mendapat penghasilan lewat layanan yang tumbuh di dalam
ekosistem yang dibangun.
Beberapa perusahaan besar di Indonesia memang sudah mengucurkan dana
untuk pengembangan
UKM
di sekitarnya, namun belum sampai pada kondisi yang menghasilkan
rantai penyediaan dan kebutuhan antarorganisme di dalamnya. Alhasil,
kondisi tersebut boleh dikatakan baru perpanjangan dari tanggung
jawab sosial perusahaan (
CSR).
Bagaimana masa depan ekosistem bisnis di Indonesia? Kabarnya Dwi
Larso dan Leo Aldianto di [School of Business and Management (SBM)
ITB](http://sbm.itb.ac.id) yang sedang menekuni kajian ini.
Ada masukan yang lain?
Permalink
June 22, 2007 @ 9:06 am
· Filed under Internet, Linux, Tip and Trik, internet
Anda merasa bosen dengan kecepatan Internet anda yang sangat lelet? Ada banyak cara mempercepat internet salah satu yang ditawarkan adalah produk dari Pak Harry Sufehmi yamg meminjamkan server luar untuk dapat diakses nologin via ssh agar koneksi internet kita semakin cepat.
Setelah melakukan percobaan di beberapa server publik yang saya sewa dan termasuk dengan mencoba [...]
Permalink
June 21, 2007 @ 7:03 am
· Filed under Cerita Motivasi
Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut
ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”
Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.
LOMPATAN SI BELALANG…. .
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana. (more…)
Permalink
June 19, 2007 @ 4:40 pm
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 19, 2007 @ 4:40 pm
· Filed under Alternatif, Pengalaman
Dari pertemuan rutin di kantor saya,
SDDN, Senin dua hari lalu, tercetus pendapat
dari para pengembang senior perangkat lunak perihal cara menjual
produk perangkat lunak. Intinya: mereka lebih menyukai perangkat
lunak tersebut disertakan sebagai komponen dalam sebuah proyek
pengembangan dibanding dijual sebagai produk untuk publik.
Produk yang dibahas adalah sebuah alat bantu yang memudahkan
pengembangan aplikasi dengan tingkat penyesuaian yang fleksibel.
Pemakai aplikasi biasanya memanfaatkan alat bantu untuk menyetel
bagian yang cukup fundamental, misalnya bagian tertentu dari laporan
yang memerlukan pernyataan
SQL
tersendiri.
Yang menjadi tambahan pertimbangan pada diskusi tersebut adalah
kecenderungan saat ini dalam hal penyediaan alat bantu pengembangan
secara cuma-cuma atau sangat murah. Kompetitor berupa produk
perangkat lunak bebas dan juga edisi gratis dari vendor komersial
kian marak. Sebuah masa depan yang lebih menggairahkan untuk
keperluan pendalaman alat bantu pengembangan -- karena ongkos yang
dapat ditekan, namun dapat berarti kompetisi pasar pada produk
perangkat lunak komersial meredup.
Ditambah lagi dengan kondisi pembelian alat bantu pengembangan di
Indonesia yang memang masih rendah. Sebagai ilustrasi: berapa jumlah
pengembang yang membeli Borland Delphi, untuk produk sehebat itu?
Ada yang mengusulkan: bagaimana jika produk perangkat lunak
diarahkan ke luar Indonesia -- lebih global lagi? Kendala ada di
ongkos. Membidik pasar yang luas perlu pundi luar biasa.
Contoh konyol lagi: salah satu produk Al Quran digital seorang
kolega di kantor yang berharga sekitar lima puluhan ribu dibajak
juga dan dijual di toko buku Gramedia di Bandung.
Artinya perlu model bisnis baru atau alternatif agar pengembang
tetap dapat bertahan hidup dengan profesinya. Salah satunya yang
sudah beberapa kali kami jalankan adalah dengan memasukkan sebagai
bagian dari modul pekerjaan berbasis proyek dengan anggaran yang
diikutkan pada proyek tersebut.
Menjelang akhir 1990-an salah seorang pengembang di Borland pernah
mengungkapkan kekhawatirannya berkaitan dengan gerakan perangkat
lunak bebas yang mulai marak: pemrogram juga perlu makan.
Terima kasih kepada [Kusnassriyanto S.
Bahri](http://kusnassriyanto.web.id/?page_id=2) yang telah menyodorkan
beberapa pertimbangan pada diskusi tersebut.
Catatan: agar tidak salah pengertian berkaitan dengan tulisan di
atas, saya juga pemakai perangkat lunak bebas untuk keperluan
pribadi. Selain sudah memadai untuk keperluan saya, memang ada
kaitan dengan alokasi pengeluaran.
Permalink
June 17, 2007 @ 1:55 am
· Filed under Blogger Indonesia, Blogging, Budi Putra, Mobile Technology, News
Bagi yang baru nemu blog thegadget ini tentu mungkin akan heran dengan nama domain (http://thegadgetnet.com) dan kaitannya dengan isinya yang sebagian besar berisi mengenai tips ngeblog. Memang, pada awalnya blog ini lebih banyak bercerita tentang gadget (dan teknologi informasi secara umum), tetapi kemudian saya alihkan jadi blog khusus tentang tips ngeblog buat pemula.
Tapi akibatnya saya jadi kehilangan wadah untuk ngobrol atau berdiskusi tentang gadget atau ponsel terbaru. Padahal ngegosip soal gadget adalah hobi saya
.
Itulah sebabnya, saya memutuskan membuat blog baru yang khusus membahas tentang dunia teknologi mobile dan segala pernak-perniknya ini.
Namanya: InfoGadget. Alamatnya: http://mytechblogs.com/gadget (part of Asia Blogging Network). Silahkan dilihat. Jika ada masukan, saya akan senang sekali.

Oh ya, saat ini saya sedang berada di Singapura untuk mengikuti Nokia Connection 2007 (Senin, 18 Juni 2007) di Raffles City Convention Centre dan CommunicAsia2007 (Selasa, 19-22 Juni 2007) di Singapore Expo.
Tentu saja saya akan melaporkannya secara eksklusif buat InfoGadget. Stay tuned ya!
Permalink
June 16, 2007 @ 7:02 pm
· Filed under Cerita Motivasi
Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap
kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta
pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja
di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah
monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar,
dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.
Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya.
Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu
kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu
berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah
pengecekan “seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap engsel
dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah. (more…)
Permalink
June 15, 2007 @ 4:13 pm
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 15, 2007 @ 4:13 pm
· Filed under Rehat, Weblog
loe klo ngomong pake otak mas!!! apa loe orang polisi?? apa lu anak perwira polisi!! klo iya berarti di tubuh loe penuh uang haram tuh!!! apa emang sadar klo lu doyan uang haram??? loe tau kenapa orang beli komputer!!!
Tidak perlu heran, topik yang berkaitan dengan "polisi" di blog ini
adalah penertiban
Warnet.
Berbeda dengan
mailing list Asosiasi Warnet yang justru
ditunjukkan komitmen para pengusaha
Warnet untuk
berjalan di jalur sesuai aturan, pemakai jasa
Warnet atau yang merasa "membela
Warnet" cenderung cepat
naik darah begitu berita tentang penertiban
Warnet dimuat. Baik yang terbaca di
situs seperti blog, maupun surat kabar edisi web.
Dalih yang digunakan juga mudah ditebak: pihak kepolisian belum
menunjukkan komitmen pemakaian perangkat lunak legal sedangkan
Warnet sudah dituntut terlebih dulu hingga tindakan penyitaan komputer
sebagai barang bukti. Ringkasnya, bersifat ajakan introspeksi;
sayangnya, banyak penulis ide introspeksi tersebut tidak dapat
menunjukkan teladan dari dirinya sendiri.
Kelengkapan lainnya adalah situasi "tidak bertanggung jawab" seperti
identitas yang tidak jelas dan alamat email yang terkesan
asal-asalan. Namun masih ada harapan: sebagian besar dari penulis
komentar ofensif tersebut belum memiliki blog atau belum bersentuhan
dengan dunia tulis-menulis.
Artinya, jika kita dapat melakukan dakwah -- menyeru kepada kebaikan
-- lewat kegiatan tulis-menulis, saya cukup yakin bahwa mereka dapat
diarahkan pada cara melontarkan ungkapan yang baik, cara mengajukan
dalih yang tepat, dan adab lain yang dibawa oleh budaya menulis.
Spontanitas mereka dapat dieksplorasi untuk [tulisan yang membawa
emosi](http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/05/menulis-dengan-sepenuh-hati/) dalam arti luas dan agresivitas diarahkan ke jalur yang benar.
Biasanya, kendala pertama di Indonesia adalah pertanyaan semacam,
"Jika sudah pandai menulis, dapat duit banyak
nggak?"
Permalink
June 12, 2007 @ 4:31 pm
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 12, 2007 @ 4:31 pm
· Filed under Alternatif
Bagaimana dengan [Centrin
Online](http://direktif.web.id/arc/2007/03/centrinonline
"Nirkabel Tanpa Batas dari CentrinOnline") yang mulai
meluncurkan paket koneksi via XL tiga bulan lalu?
Setelah masuk dalam antrian dan sempat menggunakan Fren, kolega di
kantor yang sudah memegang nawaitu berlangganan koneksi nirkabel,
akhirnya mendapat jatah modem untuk XL. Yang membuat saya tertarik
di awal adalah modem merah terang tersebut bermerk Vodafone. Bukan
apa-apa, di sekitar tahun 2003 lalu, saya membaca iklan Vodafone di
Groningen, Belanda, sebagai layanan koneksi nirkabel dan digambarkan
si pemakai bebas berselancar Internet di atas kapal pesiar lepas
pantai. Penggambaran tingkat kenyamanan tersendiri pada saat itu
yang akhirnya sekarang masuk juga sebagai produk massal di
Indonesia. Kendati memang sudah berbeda karena Vodafone datang
sebagai modem, bukan layanan nirkabel.
Sejauh ini layanan Centrin Online tadi sudah dicoba di Bandung dan
Jakarta -- secara umum baik. Kekhawatiran bahwa kualitas koneksi
akan turun setelah dipakai pada periode tertentu tidak terjadi.
Dengan 64
kbps dan
tak-terbatas, menurutnya serasa menyewa sebuah mobil dan bebas
hendak digunakan kemana pun. Tentu menggiurkan faktor mobilitas ini.
Koneksi nirkabel sangat menguntungkan untuk banyak lokasi yang belum
terjangkau kabel telepon atau layanan Telkom Speedy. Tidak perlu
jauh-jauh, hanya sekitar 200 meter dari rumah saya: Sekolah
Alam Bandung sempat mengalami kesulitan mendapatkan pemasangan kabel telepon.
Lokasi mereka memang di "lembah bukit Dago" dan menggunakan bangunan
semi-permanen dalam bentuk saung. Pemakaian akses nirkabel tentu
memangkas proses menunggu ketersediaan infrastruktur dan laptop
terhubung dengan Internet pun mudah dibawa-bawa ke saung kelas
siswa.
Demikian juga kompleks perumahan di pinggiran kota: jalur telepon
tersedia, namun belum siap ditumpangi Speedy.
Kompetisi layanan akibat perbedaan kondisi infrastruktur pernah saya
amati di Belanda: saat itu, KPN, perusahaan telekomunikasi
pemerintah, menjadi satu-satunya penyedia jasa koneksi Internet
hingga di pedesaan karena jaringan telpon menjangkau hampir semua
tempat, sedangkan koneksi lewat kabel televisi hanya dinikmati di
perkotaan. Di negara kita saat ini yang sedang terlihat adalah
kompetisi koneksi Net lewat kabel dan nirkabel.
Permalink
June 12, 2007 @ 12:47 am
· Filed under Program
Satu hal yang selalu saya kagumi dari kawan-kawan di Radio BBC World Service (ciee.. kawan-kawan.. sok akrab ah!) adalah kreativitas mereka dalam membuat acara. Di Singapura BBC bisa didengar dengan jelas melalui radio FM di frekuensi 88.9 dan selalu menemani saya dalam perjalanan pulang pergi kerja. Nah, baru-baru ini saya mendengar sebuah acara yang benar-benar bikin geleng-geleng kepala karena idenya yang sebetulnya sangat sederhana saja. Mereka mengajak pendengar untuk mengirimkan sebuah rekaman suara sepanjang satu menit saja yang isinya bisa berupa cuplikan percakapan, suasana di sebuah tempat atau bebunyian apa saja yang bakal menarik bagi pendengar lain. (more…)
Permalink
June 11, 2007 @ 6:12 pm
· Filed under Linux, story, tuma
Dari milis id-ubuntu
***
Assalamu’alaikum guys.
Setelah berjibaku dengan om fajran, jp, dan penggembala kambing lainnya,
akhirnya tuma berhasil kami kembangkan menggunakan konsep farm server
dengan demikian penambahan anggota mesin2 storage menjadi semakin dinamis.
Dengan demikian mirror yang kami pelihara adalah mirror:
- TUMA.vlsm.org
masih ada tapi segera tidak dimaintain lagi
- TUMA.ui.edu
memiliki struktur direktori (content) yang diperbaharui dimanding
tuma lama, dan storage yang lebih banyak.
untuk tahap ini, storage akan menjadi 500GB, dan terus bertambah
sejalan donasi harddisk yang kita akan terima.
dapat melayani 250 concurrent connection, dimana per IP dapat max 10
connection.
mesin mirror baru ini seperti tuma.vlsm.org, dimana spesialisasinya
adalah sebagai mirror ISO
- KAMBING.ui.edu
belum berubah, namun sebentar lagi storagenya akan dijoin dalam
peternakan storage yang baru dikembangkan ini,
Mudah2an dalam minggu kedepan ini total peternakan kambing & tuma akan
menjadi 2,5TB.
Mohon do’a & dukungannya :)
#adin
read more
Permalink
June 10, 2007 @ 4:06 pm
· Filed under Tech, Ubuntu, Ubuntu
10 tahun yang lalu saya tidak berfikir akan menggunakan linux. Mungkin pikirku waktu itu, “mengapa aku mau bersusah-susah pakai sistem operasi yang seluruh operasinya mengetik?” Aku memang pernah hidup di jaman MS DOS 6 dan aku juga pernah merasakan novell netware. Tapi untuk apa itu semua jika sudah ada sistem operasi semudah “windows 95″, yang menurutku terbaik dimasanya
Siapa sangka sejak mencoba ubuntu pandanganku pada linux berubah total? Mungkin karena Ubuntu menggunakan GNOME sebagai desktop environment. Setelah beberapa lama saya baru menggunakan kubuntu, varian dari ubuntu yang menggunakan KDE sebagai desktop environment. Dengan adanya desktop environment seperti GNOME dan KDE, linux menjadi mudah digunakan dan tidak lagi dipandang sebagai shell belaka.
K Desktop Environment(KDE) bermula dari seorang mahasiswa bernama Matthias Ettrich pada tahun 1996. KDE dibuat dengan menggunakan Qt, yang saat itu tidak menggunakan free software license. Orang GNU, seperti biasa tidak menyukai jika ada bau non-free
Maka mereka membuat Harmony sebagai pengganti Qt, dan desktop environment yang dihasilkan adalah GNOME. Konyolnya, beberapa tahun kemudian Qt dilisensikan sebagai free software. Saat ini GNOME dan KDE sama-sama berusaha agar mempunyai standar bersama dengan berpartisipasi dalam freedesktop.org.
Pertama kali saya melihat KDE pada installasi standar SuSE, walaupun tidak tahu bahwa itu namanya KDE
Menurut situs resmi KDE, desktop environment ini juga bisa digunakan di windows, tapi saya tidak pernah melakukannya. Selama saya menggunakan windows saya tidak pernah berfikir macam-macam tentang desktop environment
Setelah saya menggunakan ubuntu barulah saya tahu bahwa desktop environment dalam satu OS bisa diganti-ganti. Mungkin sebelum mencoba beberapa desktop environment, bisa membaca dulu perbandingan beberapa X window desktop environment.
Permalink
June 9, 2007 @ 1:43 am
· Filed under Uncategorized
Permalink
June 9, 2007 @ 1:43 am
· Filed under Alternatif, Lapak dan Etalase
Apabila pengguna sebuah layanan di Internet meninggal, kita faham
persoalan penting yang muncul adalah [penyelesaian warisan
mendiang](http://direktif.web.id/arc/2005/08/persiapan-menghadapi-musibah
"Persiapan Menghadapi Musibah") di ranah maya. Hendak dibiarkan
begitu saja atau pewarisnya menempuh prosedur yang besar kemungkinan
"berliku". Bagaimana jika sebaliknya: sebuah layanan dihentikan?
Dua orang teman sedikit berkeluh resah akan nasib koleksi foto
mereka di Yahoo! Photos. Alasan keduanya berbeda: seorang khawatir
akan kehilangan arsip foto setelah kecelakaan yang menimpa
laptop miliknya -- dan sedang mencari cara menyedot salinan
berharga dari Yahoo! Photos. Teman kedua yang tinggal di manca
negara merasa Yahoo! Photos adalah tempat yang menyenangkan untuk
berbagi foto dengan keluarga di tanah air. Saya menduga alasan kedua
ini lebih pada faktor kebiasaan, karena dia sendiri juga menyediakan
tempat berbagi dengan teman-teman lewat Flickr, layanan foto dari
Yahoo! juga.
Apapun alasannya, Yahoo! seperti sulit mengatasi dilema dua layanan
foto sekaligus dalam satu payung, walaupun kondisi keduanya
berbeda. Kendati tetap mempertahankan pada alasan berbagi, para
pemotret amatir di Flickr tetap lebih peduli perihal fotografi
dibanding di Photos. Hal ini didukung oleh forum diskusi yang hidup
di Flickr dan halaman mereka lebih ramah terhadap mesin pencari
dibanding Photos. Sebuah alasan teknis yang tidak terlalu
dipedulikan pemakai Photos namun bernilai tinggi untuk pengelola
situs gratis yang tidak ingin halaman web mereka hanya teronggok
untuk "acara keluarga" yang sangat terbatas.
USA Today menuliskan [perbandingan menarik di antara
keduanya](http://www.usatoday.com/tech/webguide/2007-05-03-yahoo-photos-flickr_N.htm
"Yahoo Photos going dark as Flickr shines on")
termasuk stok foto di Photos yang berjumlah empat kali lebih besar
dibanding Flickr -- 2 milyar versus 500 juta. Saya pernah
melakukan uji coba peringkat di Google untuk kata pencarian "Taman
Hutan Raya": sebuah foto saya di Flickr yang baru dipasang 31
Maret lalu meraih peringkat lebih tinggi dibanding halaman web resmi
Ditjen PHKA.
Alhasil, bagaimana dengan keresahan pemakai Yahoo! Photos di atas?
Sepertinya nasihat lama masih berlaku: apapun layanan
online
yang Anda gunakan, jangan tinggalkan
localhost. Layanan foto
online manapun hanyalah ajang pameran, bersenang-senang, dan
berbagi -- bagian penting yang tak dapat ditinggal adalah tempat
penyimpanan di komputer Anda sendiri. Belum cukup? Cetak foto-foto
yang dianggap berkesan, karena seharusnya media cetak lebih awet
dibanding digital.
Untuk pemakai layanan dengan tujuan berbagi bersama handai taulan
dan
sohib yang sangat eksklusif, pertimbangkan baik-baik:
gratisan memang nyaman, namun bisa pedih buat pengelola layanan.
Mereka ingin karya Anda dinikmati lebih banyak orang lagi: dengan
jargon pemasaran diberi label renyah, "ekspresikan dirimu!", akan
halnya hitung-hitungan aliran dana, "pengunjung meningkat berarti
prospektif terhadap pemasang iklan."
Apakah yang berujung di duit nisaya pahit? Hmm... alih-alih
gegabah mengamini "tidak ada yang gratis di dunia ini," saya
memilih, "di dalam hidup, ada saat memberi dan ada masa menerima."
Permalink