IndosatM2: Persoalan dengan Area Jangkauan
Tentu bukan disebabkan Benny Chandra menyiapkan "palang pintu" di Surabaya, saya mengalami pengalaman yang kurang memuaskan dengan pemakaian IndosatM2 (IM2) 3.5G di ibukota provinsi Jawa Timur. Tanggal 22 hingga 27 Agustus bulan lalu saya melakukan perjalanan ke Surabaya dan Jember, di Jawa Timur. Kendati di brosur IM2 Jember belum termasuk dalam senarai kota yang didukung oleh layanan 3G, saya berharap akses lewat GPRS yang disediakan Indosat dapat digunakan.
Simpul uji coba pertama di ruang tunggu penumpang Stasiun Gubeng Surabaya. Seperti dugaan saya: berhasil dengan baik, justru saya kelabakan mencari colokan listrik dan berakhir dengan duduk manis di belakang grup musik yang menghibur calon penumpang di ruang tunggu. Mereka memiliki sisa colokan dan berbaik hati mengizinkan saya ikut menggunakan. Akses yang saya peroleh: HSDPA.
Tentang kesulitan colokan, pada perjalanan balik ke Bandung lima hari kemudian, sambil menikmati bakso, saya minta izin dari penjual dan dia memasang tarif Rp 2.000,00 untuk pengisian baterei telepon genggam dan Rp 5.000,00 untuk laptop. Saya belum sempat memeriksa ruang tunggu penumpang kereta eksekutif di Stasiun Gubeng, namun di ruang tunggu yang sama di Stasiun Bandung tak tersedia colokan listrik bebas.
Sayang sekali bahkan untuk kota sebesar Surabaya IM2 tidak dapat digunakan di daerah yang agak pinggir, seperti daerah Ketintang -- Surabaya arah ke Timur. Di perumahan Ketintang Permai IM2 gagal total, padahal daerah tersebut tak jauh dari "keramaian" seperti kantor Telkom Divre V, kompleks Universitas Negeri Surabaya, dan perkantoran seperti PLN. Tanggal uji coba di Ketintang: 27 Agustus.
Bagaimana dengan Jember, sebuah kabupaten di timur, sekitar 200 km dari Surabaya? Telkom Speedy memasukkan kota terbesar ketiga di Jawa Timur ini sebagai salah satu Daerah Tingkat II gelombang pertama yang dibidik dan selama bulan Agustus lalu Telkom menyediakan hotspot Internet gratis di alun-alun.
Meleset dari perkiraan: IM2 gagal digunakan di kota kecil kami, Kecamatan Balung, 24 km di sebelah selatan. Aplikasi dari Indosat mendeteksi adanya sinyal GPRS dari Indosat, Telkomsel, dan XL, namun autentikasi oleh IM2 ditolak. Karena penasaran, saya sengaja mengajak adik berputar-putar di ibukota kabupaten dengan laptop diaktifkan mendeteksi kemungkinan adanya koneksi. Hasilnya: dari alun-alun, stasiun kereta api, hingga kompleks Universitas Jember di Tegal Boto, gagal semua. Mengenaskan di tengah riuh umbul-umbul Indosat berisi slogan-slogan patriotik di sekitar gedung-gedung pemerintahan.
Menjelang sore saya datangi Galeri Indosat Jember. Sambil menunggu saya sudah merasa pesimis: tiada brosur dan poster satu pun yang menyebut IM2. Benarlah, bagian layanan konsumen tak faham akan IM2 dan saya dihubungkan dengan bagian teknis yang langsung menunjukkan koneksi dengan modem Huawei juga namun menggunakan produk Indosat lain, Matrix. Saya jelaskan bahwa sinyal Indosat sampai ke kecamatan saya namun tidak dapat dipakai oleh IM2. Dia menegaskan bahwa layanan Indosat hingga Pantai Papuma yang menghadap Lautan Hindia, namun memang sejauh ini belum pernah dicoba untuk IM2. Ah, saya menyayangkan aset daerah jangkauan Indosat yang luas namun terdapat pembedaan untuk pemakai IM2.
Kalaupun belum siap dengan 3G dengan cakupan seluas itu, tidak dapatkan kami -- pemakai IM2 -- menikmati GPRS seperti halnya pemakai Matrix, Mentari, atau IM3?
Karena penasaran, setelah berada di Bandung kembali, saya menghubungi layanan konsumen Indosat lewat telepon 0-800. Saya paparkan pengalaman dan keinginan saya dan penjelasan petugas:
- di daerah-daerah yang tercakup layanan IM2 -- seperti halnya yang disebut di senarai di brosur mereka -- pemakai IM2 berhak mendapat koneksi hingga HSDPA.
- kegagalan menggunakan koneksi GPRS di Jember atau Ketintang Surabaya karena kartu SIM IM2 saya terdaftar di Bandung. Jika hendak digunakan di region lain, saya perlu mengurus "pindah lokasi" dan terdapat proses administratif sekitar 1--2 hari kerja. Tentu saya komentari: untuk kunjungan singkat ke luar kota, tentu pengurusan administrasi region seperti itu sangat tidak praktis.
Saya tidak faham kebijakan Indosat tentang IM2 dan kartu SIM mereka, namun dari sisi teknis saya melihat lebih sederhana bahwa seharusnya Indosat menyediakan mekanisme cara bergabung tunggal (single sign on) untuk banyak layanan mereka, sehingga pemakai tetap merasakan daerah cakupan Indosat yang disebut luas tersebut. IM2 sendiri -- entah alasannya -- juga dibedakan, tidak termasuk produk yang ditangani Galeri Indosat di mal BEC; petugas menjelaskan bahwa saya lebih baik mendatangi layanan khusus IM2 yang terdapat di Jalan Asia Afrika, Bandung.
Apakah saya perlu membawa kartu pra-bayar IM3 jika menjenguk Jember lagi?
Bagaimana dengan di Bandung sendiri? Saya baru sempat mencoba di sekitar Dago: di rumah daerah Dago Utara dan di kantor daerah Pasar Simpang. Hasilnya: jika di awal Agustus saya cukup sering menikmati hingga kualitas HSDPA, akhir-akhir ini hampir selalu hanya kebagian GPRS. Dengan wvdial di Ubuntu, kalaupun saya berhasil terhubung lewat 3G, alamat IP DNS yang saya peroleh 10.11.12.13 dan tidak dapat digunakan. Apakah memang terjadi penurunan kualitas layanan IM2 di daerah Dago atau konfigurasi wvdial.conf saya perlu diperbaiki, untuk saat ini saya belum memeriksa lebih jauh.
[13 Okt] Respon terhadap tulisan ini diangkat di Respon terhadap Tulisan Layanan Indosat M2.
Permalink Comments off



