Archive for Writing

Update: Blog Toekang IT di CNET Asia

cnet_toekangit.jpg

Ini bukan tips ngeblog, tapi sedikit update perihal blog saya di CNET Asia, Toekang IT. Pertama, alamatnya berubah dari http://asia.cnet.com/reviews/blog/toekangit/ jadi http://asia.cnet.com/blogs/toekangit/. RSS feednya: http://asia.cnet.com/blogs/toekangit/feed/
Kedua, jika sebelumnya, blog-blog di CNET Asia ini berada di bawah fitur Regional Dispatches, kini bernaung di bawah tajuk baru: Community Blogs.
Ketiga, setiap posting kini sudah dipasangi fitur social bookmarking dan tagging. Masih ada beberapa fitur baru lainnya.

Oh ya, untuk berpartisipasi di Community Blogs CNET Asia ini, misalnya untuk meninggalkan komentar, atau membagi posting ke yang lain, silahkan daftar dulu untuk mendapatkan info loginnya.

cnet_communityblogs.jpg

Comments off

Tips Mengasah Kemampuan Menulis Posting

writing.jpg

Pada akhirnya, ngeblog itu adalah perkara menulis. Jika Anda terus-menerus mengasah kemampuan menulis, bisa dipastikan blog Anda akan terus berkibar dan sebagai blogger Anda tentu akan semakin diperhitungkan.

Namun, seperti yang sering dikeluhkan para pembaca blog ini, justru di situlah letak masalahnya. Banyak blogger pemula (bahkan blogger senior sekalipun) yang mengeluh karena sering kehilangan ide atau inspirasi. Bahkan, ada yang mengaku, untuk mulai menulis suatu topik pun bukan main susahnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi masalah ini? Bagaimana cara mengasah kemampuan menulis?

Brian Clark punya 10 tips cespleng:

  1. Write.
  2. Write more.
  3. Write even more.
  4. Write even more than that.
  5. Write when you don’t want to.
  6. Write when you do.
  7. Write when you have something to say.
  8. Write when you don’t.
  9. Write every day.
  10. Keep writing.

Poin-nya gamblang: untuk menjadi penulis atau blogger yang baik, Anda harus terus menulis!

Jika tips ala Brian cenderung “filosofis”, Steven Bradley mencoba menawarkan tips yang lebih spesifik:

  1. Jangan berhenti menulis. Begitu jari-jari Anda mulai menari di atas kertas, keyboard komputer atau keypad telepon genggam, teruslah menulis, jangan berhenti.
  2. Tulis apa saja. Anda bebas menulis apa saja yang Anda inginkan dan, tentu saja, yang Anda sukai.
  3. Coba lebih spesifik. Jangan tulis soal mobil, tapi Volkswagen — jangan tulis soal burung, tapi soal Cendrawasih, dan seterusnya.
  4. Jangan khawatir soal tata-bahasa dan ejaan. Soal sunting-menyunting, itu urusan belakangan. Yang penting, jangan sampai ide yang mengalir sampai terputus hanya karena soal teknis.

Nah, setelah draft Anda selesai, Anda tinggal merapikan tata-bahasa atau ejaan, menambahkan referensi atau statistik, foto atau gambar –kemudian siap diposting.

Jadi? Mulailah menulis dari sekarang!

Comments off

Tips Membangun Komunitas Online

Siapa saja yang membuat dan mengelola weblog atau blog, tentu menginginkan posting-posting yang ia buat dibaca dan direspon oleh para pengunjungnya. Para pembaca setia inilah yang disebut dengan komunitas online.

Jelas, komunitas sangat penting bagi sebuah blog — stau situs web — untuk tumbuh dan berkembang. Masukan dan respon dari komunitas tersebut sangat menentukan berhasil atau tidaknya blog menjalankan misinya.

Matthew Haughey menulis resep cespleng soal kiat membangun komunitas online (yang kemudian disarikan*) di ProBlogger.net. Berikut saya sadur beberapa poin yang paling penting:

  • Kelola emosi dengan baik: Jangan terlalu reaktif terhadap komentar-komentar yang nadanya kurang enak. Ingat, kita tidak mungkin mengatur apa yang harus diomongkan atau dikomentari oleh para pembaca blog. Jika direspon dengan baik, biasanya si pelontar komentar akan jadi respek.
  • Bicaralah seperti manusia, bukan robot: Menulislah seperti apa adanya. Tanggapilah komentar sebagaimana lazimnya Anda menanggapi komentar orang secara lisan. Kalau Anda tidak tahu jawabannya, tawarkan ke pembaca lain untuk menjelaskannya. Semain spontan dan apa adanya, para pembaca (alias komunitas Anda) akan semakin mengenali karakter asli Anda.
  • Beri pembaca tempat: Berilah tempat yang leluas bagi para pembaca untuk meninggalkan pesannya. Ini menyangkut bagaimana templat/desain ruang komentar yang digunakan pada sebuah blog.
  • Rangkullah pembaca: Apa pun yang akan Anda ubah atau tambahkan di blog, sebaiknya ajak pembaca untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan. Coba dengarkan suara mereka.

Baca Juga:

*) Kalimat ini adalah tambahan/koreksian dari versi awal posting ini. Terimakasih untuk Ben atas infonya.

Comments off